Informasi
Informasi Tentang Perkembangan Mikroba dan Bioteknologi

Informasi Tentang Perkembangan Mikroba dan Bioteknologi

Informasi Tentang Perkembangan Mikroba dan BioteknologiMikroba ditemukan di hampir setiap lingkungan dan membentuk sebagian besar biomassa di Bumi. Penting untuk kelangsungan hidup, mikroba seperti bakteri, jamur, dan virus telah lama digunakan manusia untuk beberapa tujuan. Artikel ini akan membahas pemanfaatan mikroba dalam bioteknologi, bidang yang dikenal dengan bioteknologi mikroba.

Informasi Tentang Perkembangan Mikroba dan Bioteknologi

Bioteknologi mikroba ikhtisar

hospitalmicrobiome  РBioteknologi mikroba adalah bidang yang dinamis, Asal mula mikrobiologi dapat ditelusuri kembali ke penelitian perintis oleh para ilmuwan seperti Louis Pasteur dan Robert Koch pada abad ke- 19. Dalam beberapa dekade, peningkatan pengetahuan tentang mikroorganisme dan genetika memungkinkan banyak perkembangan ilmiah dan teknologi yang penting. Teknologi penting dalam bidang bioteknologi mikroba antara lain rekayasa genetika mikroorganisme untuk berbagai keperluan. Penggunaan mikroba dalam bioteknologi telah menyediakan berbagai macam produk dan jasa untuk beragam industri. Ini termasuk produksi makanan, pengembangan obat, pencegahan penyakit, dan diagnostik, suplemen nutrisi, energi dan bahan bakar alternatif, pemantauan lingkungan dan pengelolaan limbah, ilmu forensik, dan banyak lagi.

Baca Juga :Apakah Produk Anda Konsorsium Mikroba atau Campuran Strain?

Dampak lapangan dapat disamakan dengan munculnya komputasi modern dan internet. Perkembangan di bidang genomik bersama dengan alat bioinformatik, biologi sintetik dan sistem, teknologi pencitraan, dan teknik sel tunggal throughput tinggi telah memberikan dorongan baru bagi bidang ini. Aplikasi baru seperti rekayasa mikrobiom dan bioenergi yang dimungkinkan oleh bioteknologi mikroba menjanjikan revolusi masyarakat dengan cara baru dan menarik. Seperti disebutkan di atas, dua industri utama yang memanfaatkan bioteknologi mikroba dalam penelitian dan produksi adalah industri makanan dan medis. Bagian selanjutnya dari artikel ini akan menjelaskan secara singkat tentang bagaimana industri ini memanfaatkan mikroba.

Bioteknologi mikroba dan pangan

Manusia telah menggunakan mikroba dalam produksi makanan selama ribuan tahun. Memang, banyak dari bahan makanan yang paling umum di toko telah dimungkinkan dengan menggunakan mikroorganisme dalam produksinya. Roti, alkohol, keju, yogurt, dan makanan fermentasi seperti kimchi dan kombucha adalah contoh makanan yang menggunakan mikroba. Mikroba yang digunakan dalam industri makanan antara lain ragi, bakteri asam laktat, dan jamur seperti Penicillium roqueforti .Bioteknologi mikroba telah berkontribusi pada industri makanan dalam banyak hal. Ini termasuk makanan fermentasi tradisional, serta menyediakan vitamin, polisakarida, pigmen, glikolipid, enzim, dan meningkatkan keamanan dan fungsionalitas berbagai bahan makanan umum. Banyak produk sudah tersedia secara komersial, sementara yang lain menjanjikan masa depan.

Bakteri, jamur, dan alga adalah mikroorganisme yang biasa digunakan dalam industri makanan. Rekayasa genetik yang ditargetkan dari strain mikroba yang layak secara industri telah memberikan perubahan pemikiran dalam produksi makanan modern. Karena metabolit mikroba sekunder sangat penting bagi kesehatan manusia, penelitian tentang aplikasi mikroba dan bioteknologi untuk industri makanan adalah usaha global bernilai miliaran dolar. Produk yang berasal dari penelitian bioteknologi mikroba memberikan solusi untuk ketahanan pangan di negara berkembang dan dunia yang dilanda perubahan iklim.

Bioteknologi Mikroba dan ilmu hayati

Sejak penemuan antibiotik yang layak pada paruh pertama abad ke-20 , ilmu biomedis dan bioteknologi mikroba telah menjadi terkait secara intrinsik. Beberapa kemajuan medis penting tidak akan mungkin terjadi tanpa kontribusi lapangan untuk penelitian ilmu hayati. Terobosan dalam biologi molekuler dan genomik telah mengarah pada pemahaman yang semakin mendalam tentang penyakit manusia dan mekanisme perkembangannya. Penggunaan mikroba yang diubah secara genetik telah menghasilkan obat, vaksin, dan terapi yang layak secara komersial. E. Coli , misalnya, adalah inang ekspresi penting untuk produksi protein larut dan protein membran. Protein membran yang sangat murni digunakan dalam obat berbasis struktur serta pengujian biofisik.Kontribusi penting lain yang diberikan bioteknologi mikroba untuk penelitian biomedis adalah perpustakaan fag. Fag adalah virus yang menginfeksi dan bereproduksi di dalam bakteri dan archaea.

Pustaka fag bekerja berdasarkan prinsip tampilan fag, di mana gen yang mengkodekan protein yang diinginkan dimasukkan ke dalam virus. Protein tersebut kemudian diekspresikan di bagian luar virus. Pustaka fag dapat dibangun dari jutaan protein pengikat target. Keuntungan perpustakaan fag dibandingkan teknik skrining tradisional untuk antigen adalah bahwa perpustakaan sekuens antibodi yang berbeda dapat dibangun, memungkinkan untuk skrining simultan. Ini menghemat banyak waktu dan sumber daya, yang berarti bahwa perawatan antibodi monoklonal dapat dibawa ke pasar lebih cepat. Obat baru dapat dirancang dengan menggunakan studi struktural dan pemodelan komputer yang canggih. Teknologi DNA rekombinan telah menghasilkan teknik imunisasi baru, membuat patogen yang tadinya mematikan dapat diobati oleh dokter. Vaksin untuk ancaman yang muncul dapat dirancang dan dibawa ke pasar dalam waktu singkat berkat teknik bioteknologi mikroba.

Mikroba dan bioteknologi  revolusi ilmiah yang penting

Ini hanyalah dua industri yang telah menggunakan mikroba dan bioteknologi untuk menyediakan produk baru dan mengatasi masalah umum. Seiring perkembangan baru di bidang terkait dan peningkatan alat saat ini diperkenalkan, bidang bioteknologi mikroba akan berkembang dan terus memberikan solusi baru hingga ke masa depan. Hubungan kita dengan, dan manipulasi, mikroorganisme secara konsisten menarik.